Home » » Materi bkk in fun session bersama gingerbread

Materi bkk in fun session bersama gingerbread


 Ini adalah kelanjutan dari posting pertama gugus kami. Dalam postingan kali ini kita akan fokus membahas tentang  materi-materi jelajah dari pos ke pos sesuai dengan urutan yang diambil oleh gugus kami.

Untuk posnya sendiri dibagi ke dalam 6 pos. Tiap pos memiliki keunikan tersendiri dalam mengolaborasikan materi yang dipadu dengan sistem augmented reallity. Memang tidak mudah untuk menemukan trigger yang berisi perintah pada setiap pos. Namun berkat ketekunan dan kekompakan gugus kami bisa membuat semua halangan itu dapat mudah teratasi.

Ok tanpa banyak basi-basi lagi kita langsung aja mulai. cekibrot !!!



1. Pada pos pertama, kami disuruh mencari simbol dengan clue "yang berhubungan dengan film titanic". Kebetulan di tempat itu terdapat sebuah miniatur perahu layar yang memang sudah di desain sedemikian rupa agar pas dengan clue yang di sebutkan. Perintahnya adalah membuat artikel dengan tema anak yang tidak menghargai orangtua. inilah artikel yang kami buat.

                                     Orang yang tidak bisa menghargai orang tua
Setiap manusia dilahirkan dengan memiliki orang tua. sudah seharusnya kita sebagai anak menghargainya. Ibu yang mengandung kita dengan susah payah. Ayah yang mencari nafkah siang dan malam untuk membahagiakan kita selaku anaknya. Namun seringkali kita lupa terutama ketika menginjak usia dewasa tentang perjuangan mereka. kita sering melanggar perintahnya, kita lupa bagaimana cara menghargai mereka, dan yang paling parah, kita lupa bahwa restu dan ridho tuhan tergantung restu dan ridhonya orangtua. Seharusnya dengan semakin bertambah usia semakin dewasa pula pola pikir kita. Hargailah jasa dan perjuangan orang tua kita karena kelak kita pun akan mengalaminya.



2. Di pos kedua ini kami disuruh menampilkan beberapa jenis kesenian yang harus ditampilkan selama 15 menit dan di rekam menggunakan kamera. untuk lebih jelasnya dapat kalian di bawah ini.




3. Pada pos ini kami disuruh membuat prakarya dari stick es krim dan pentul korek.





4. Untuk pos ini mengenai nasionalisme. perintahnya adalah membuat artikel tentang pulau-pulau yang direbut negara lain.


                                         Pulau yang direbut negara lain
Pulau ambalat : pulau yang terletak di ujung sulawesi ( selat makasar ) ini. menyimpan banyak sekali potensi yang menjanjikan bagi NKRI . Tak hanya panorama pulau yang indah pemandangan pantai dengan pasir putih yang menawan membuat turis terpesona. namun sayangnya pulau ini telah di klaim malaysia sebagai pulau miliknya sebagaimana pulau lainnya yaitu pulau ligitan.

Menurut pendapat kami pemerintah seharusnya lebih memperhatikan pemerataan pembangunan di daerah-daerah perbatasan sehingga orang-orang tersebut akan lebih memilih menjadi warga negara indonesia dibandingkan negara lain.


5. Pos 5 atau pos harapan adalah pos dimana setiap gugus disuruh atau diperintahkan untuk memberikan pendapat atau harapan ke depan cic itu harus seperti apa dalam bentuk gambar.



6. Di pos terakhir ini kami disuruh untuk  membuat artikel tentang teori nuklir
           
                                                             Teori Nuklir

Awal penemuan nuklir oleh manusia adalah ketika Wilhem K. Roentgen (1845-1923), fisikawan berkebangsaan Jerman, pada tahun 1895 menemukan  jenis sinar yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Karena belum dikenal, maka sinar ini diberi nama sinar X. Untuk menghargai jasa beliau dalam penemuan  sinar  X  tersebut  maka  sinar  tersebut  dinamai  juga  sebagai     sinar Roentgen. Mukhlis Akhadi. “Memahami Asas Optimalisasi dalam Proteksi Radiasi”. Buletin ALARA Vol. 1 No. 1, Agustus 1997. Hlm. 1
Setelah penemuan sinar X, berselang satu tahun ditemukanlah gejala radioaktivitas oleh ahli fisika Perancis, Antonie Henri Becquerel ketika ia melakukan percobaan plat-plat fotonya diburamkan oleh sinar dari uranium(Unsur Uranium (U) pertama kali juga ditemukan oleh Antonie Henri Becquerel.) dimana selanjutnya bahan yang memiliki sifat yang sama lebih dikenal dengan istilah bahan radioaktif. Pada tahun 1898, pasangan suami-istri berkebangsaan Perancis, Pierre Curie (1859-1905) dan Marie Curie (1867-1905) memulai proyek yang berujung pada penemuan unsur baru yaitu Polonium (Po) dan Radium (Ra)( “Sejarah    Perkembangan    Nuklir    di    Dunia”    sebagaimana    dimuat    dalam http://www.infonuklir.com/read/detail/198/sejarah-perkembangan-nuklir-di-dunia terakhir diakses tanggal 12 April 2013 pukul 10:32 WIB) yang dapat memiliki sifat yang sama dengan unsur Uranium (U)(Polonium (Po), Radium (Ra) dan Uranium (U) mampu memancarkan radiasi secara spontan).
Pada tahun 1902, seorang ahli fisika berkebangsaan Inggris, Ernest Rutherford (1871-1937) dan ahli kimia Frederick Soddy (1877-1956) menerangkan peluruhan radioaktif yang mengubah unsur seperti radium menjadi unsur lain sambil menghasilkan energi. Hingga akhirnya berselang tiga tahun, Albert Einstein (1879-1955) berkebangsaan Jerman, menunjukkan kesetaraan massa dan energi dalam persamaan  , sebagai bagian dari Teori Kenisbian (Relativity) Khusus. Persamaan ini bahkan meramalkan bahwa energi yang    amat besar terkunci di dalam materi dan dapat dilepaskan.
Pada tahun 1910, Soddy mengusulkan adanya isotop - bentuk unsur yang memiliki sifat-sifat kimia sama tetapi berat atomnya berbeda. Pada tahun 1911, Rutherford, dengan menggunakan partikel alfa, menyelidiki bagian dalam atom dan menemukan intinya yang berat. Pada tahun 1913, Francis William Aston (1877-1945), ahli kimia berkebangsaan Inggris, secara meyakinkan menunjukkan adanya isotop. Ahli fisika Denmark, Niels Henrik David Bohr (1885-1962) mengajukan teorinya berdasarkan apa yang telah ditemukan oleh Rutherford dan teori kuantum ahli fisika Jerman, Max Planck (1858-1947). Pada tahun 1919, Rutherford menunjukkan perubahan nitrogen menjadi oksigen dan hidrogen setelah dibentur oleh partikel alfa. Ini adalah reaksi nuklir pertama yang diamati oleh manusia.
Pada tahun 1928, dalam langkah-langkah pertama ke arah pemahaman dasar mengenai nuklir, Edward Condon (1902-1974), Ronald Wilfred Gurney (1898-1953) dan George Gamow (1904-1968), orang Amerika yang lahir di  Rusia,  dalam  penyelidikan  tersendiri,  menerangkan  bagaimana  partikel     alfa dipancarkan dari inti. Deuterium, isotop berat hidrogen yang kemudian dipakai dalam bom hidrogen (bom-H) yang pertama, ditemukan ahli kimia Amerika, Harold Urey (1893-1981) pada tahun 1931.
Berselang satu tahun, ahli fisika Inggris John Cockroft (1897-1967) dan ahli fisika Irlandia Ernest Walton (1903-1995) bekerja sama dalam mengubah litium menjadi inti helium, memakai proton yang dipercepat dengan alat pemecah atom sederhana. Ini merupakan pembuktian ekperimental yang pertama terhadap rumus  Einstein,    .   Neutron,   partikel   penyusun   atom  yang  ternyata merupakan  kunci  ke  arah  pembelahan  inti,  ditemukan  oleh  ahli  fisika Inggris James Chadwick (1891-1974).
Pada tahun 1933, Irene Joliot-Curie (1897-1956) yang merupakan anak dari Marie dan Pierre Curie bersama suaminya Frederic Joliot-Curie (1900-1958), ahli fisika Perancis, menunjukkan bahwa beberapa atom yang stabil, mengalami reaksi nuklir bila dibentur oleh partikel alfa dan berubah menjadi isotop tak stabil berumur pendek. Inilah keradioaktifan berumur buatan pertama.
Pada tahun 1938, Hans Bethe (1906-2005) di Amerika Serikat berteori bahwa energi matahari berasal dari reaksi fusi, suatu proses yang memadukan dua inti ringan dan melepaskan energi yang jumlahnya besar. Istilah reaksi ini yang kini menghasilkan ledakan bom-H. Pada tahun 1939, Otto Hahn (1879-1968) dan Fritz Strassmann (1902-1980) di Berlin menembaki uranium dengan neutron dan menemukan unsur Barium (Ba) yang lebih ringan sebagai hasil dari reaksi itu, tetapi tidak dapat menjelaskan percobaan munculnya Barium (Ba) tersebut. Pelarian   Jerman,   Otto   Frisch   (1904-1979)   dan   Lise   Meitner  (1878-1968) menjelaskan percobaan Hahn dan Strassmann tentang fisi adalah pembelahan suatu inti berat menjadi inti-inti yang lebih ringan, misalnya inti barium, dengan melepaskan banyak energi. Frederic Joliot-Curie menunjukkan bahwa fisi satu atom uranium oleh satu neutron menghasilkan dua atau tiga neutron bebas. Ini menyarankan kemungkinan reaksi berantai. Dalam reaksi ini neutron baru melanjutkan dan memperluas reaksi yang dimulai oleh pembenturan neutron awal. Bohr  meramalkan  bahwa  uranium-235  akan  membelah  bila  ditembak neutron, tetapi U-235 sangat langka(Uranium-235 adalah isotop  uranium yang  ketersediaannya  hanya  sekitar  0,72%   dari uranium alam . Uranium-235 adalah fisil berbeda dengan Uranium-238 dimana ia dapat mempertahankan fisi reaksi berantai . Ini adalah satu-satunya isotop fisil yang ditemukan dalam jumlah yang signifikan di alam.). Albert Einstein di Amerika Serikat pada Lembaga Penelaahan Lanjut memperingatkan Presiden Roosevelt akan bahaya militer dari energi atom.
Pada tahun 1940, para ahli kimia di Universitas California yang dipimpin oleh Glenn Seaborg (1912-1999) dan Edwin McMillan (1907-1991) menemukan plutonium, hasil penembakan U-238 yang radioaktif, dan pengganti yang baik dari U-235 yang langka. Metode difusi gas untuk memisahkan isotop-isotop uranium dikembangkan   di   Universitas   Kolombia.   Berselang   dua   tahun,     dibawah pengarahan  Enrico  Fermi  (1901-1954)  reaktor nuklir(Reaktor nuklir adalah tempat dimana reaksi nuklir dapat berlangsung secara terkendali.) pertama  dibangun, dan pada tanggal 2 Desember 1942, berlangsung reaksi berantai pertama dalam  proyek yang diprakarsai dan dikoordinasi oleh Arthur Holly Compton (1892- 1962).
Suatu program atom militer Amerika Serikat dengan nama “Manhattan Project”, dibentuk dibawah pimpinan Mayor Jenderal Leslie R. Groves. Di Oak Ridge, Tennessee, spektrometer massa dipergunakan untuk memproduksi U-235 murni di bawah pengarahan Ernest Orlando Lawrence (1901-1958).  Pembangunan laboratorium bom atom dimulai di Los Alamos, New Mexico, di bawah pengarahan Julius Robert Oppenheimer (1904-1967).(“Sejarah    Perkembangan    Nuklir    di    Dunia”    sebagaimana    dimuat    dalam http://www.infonuklir.com/read/detail/198/sejarah-perkembangan-nuklir-di-dunia terakhir diakses tanggal 12 April 2013 pukul 10:32 WIB)
Pada tahun 1943, reaktor-reaktor dibangun di Hanford, Washington, untuk memproduksi plutonium. Akhirnya bom atom pertama diletuskan di Alamogordo, New Mexico, pada 16 Juli 1945. Bom atom pertama yang dibuat dan digunakan untuk kepentingan militer menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki pada   tanggal 6 dan 9 Agustus yang menandakan berakhirnya Perang Dunia II dengan mengalahnya pemerintahan Jepang kepada sekutu.

0 komentar:

Posting Komentar